f

Rabu, 06 Februari 2013

Tren Baru, Olahraga Memakai "High Heels"


Sepatu bertumit tinggi alias high heels sering menjadi andalan para wanita untuk tampil maksimal di sebuah acara. Sepatu yang bisa membuat pemakainya terlihat seksi dan feminin ini sekarang sedang tren untuk dipakai berolahraga.

Kamilah Barrett, instruktur fitnes yang juga mengajar kelas senam dengan menggunakan sepatu bertumit tinggi bernama "Heel Hop", menjelaskan, olahraga dengan high heels akan membantu kekuatan otot-otot untuk mendukung pergerakan tubuh.

Meski begitu, menurutnya, latihan tersebut tidak memiliki benturan (no-impact) sehingga relatif aman. Gerakan dalam latihan yang diciptakan Barrett ini termasuk dalam melatih kaki untuk mengurangi efek benturan saat berjalan dan bagaimana meluruskan tulang belakang.

Kelas lain yang mengajarkan olahraga dengan sepatu bertumit tinggi ada di Kankas City, AS, yang bernama Stiletto Fitness Classes. Diciptakan oleh mantan penari Coryelle Abney sejak Juli 2012, kelas ini ditujukan untuk wanita yang ingin membakar kalori sekaligus tetap tampil anggun dengan sepatu bertumit sampai 10 sentimeter.

Para wanita yang mengikuti kelas ini mempraktikkan cara berjalan sekaligus melatih kekuatan otot, termasuk melompat jongkok (squat). Menurut Abney, latihan tersebut akan menguatkan bagian batang tubuh dan tubuh bagian bawah.

Namun, amankah berolahraga menggunakan sepatu bertumit tinggi? Ahli kesehatan kaki dari New York, Hillary Brenner, menjelaskan, aman tidaknya latihan tersebut bergantung pada besar kecilnya benturan. Namun, secara umum, ia tidak merekomendasikannya.

"Jika melompat dan jongkok, Anda akan menekankan seluruh beban tubuh ke telapak kaki bagian depan. Ini berisiko menyebabkan retak atau kerusakan ligamen. Bagian lutut dan tulang belakang juga rentan cedera," kata Brenner.

Bila Anda tetap penasaran untuk mencoba olahraga dengan high heels, Brenner menyarankan untuk menggunakan semacam bantalan di sepatu yang terbuat dari material khusus untuk menyerap benturan.

Meski begitu, Anda harus sangat berhati-hati. Niat Anda untuk tampil anggun dan seksi dengan high heels saat berolahraga bisa berakhir dengan cedera.

Kamis, 24 Januari 2013

Pria Tak Peduli Bentuk Tubuh Wanita



Meski sudah bertahun-tahun menikah, banyak perempuan masih mengkhawatirkan detail penampilannya saat di tempat tidur. Saat disentuh, Anda risih karena merasa perut Anda membuncit, bokong tak sekencang sebelum melahirkan, atau pinggul semakin melebar. Tak jarang hal-hal kecil tersebut justru membuat Anda jadi tak begitu fokus menikmati hubungan intim.

Perubahan dalam bentuk tubuh sebenarnya terjadi secara alami akibat usia, kehamilan, dan menyusui. Pikiran bahwa Anda sudah tak semenarik dulu jangan dipelihara, sebab cara pandang Anda terhadap citra diri sangat memengaruhi kehidupan seks Anda.

Ketakutan Anda bahwa penampilan akan mengurangi daya tarik Anda, sama sekali tidak beralasan. Bahkan  pakar seks berpendapat bahwa pria tidak akan peduli dengan kesempurnaan bentuk tubuh pasangannya saat bercinta. Anda perlu tahu, sebenarnya ada hal-hal yang tak akan diperhatikan oleh pria saat bercinta:

Bobot tubuh Anda
Menurut pakar seks Ian Kerner, PhD, penulis buku She Comes First, pria tidak memikirkan bagaimana bentuk tubuh Anda saat berhubungan seks. Mereka terlalu sibuk dengan aktivitas bercinta. Saat bercinta pria akan mendapat dorongan lebih dari campuran hormon cinta, testosteron, oksitosin, serta segala hormon yang mendorong perasaan senang yang membuat Anda terlihat sangat seksi di matanya. Jadi, jika Anda khawatir dengan fakta perut yang berlipat atau paha yang besar, hentikan! Itu hanya pikiran buruk Anda saja. Berhenti khawatir dan nikmati saja sentuhan dan keintiman dengannya.

Bentuk payudara
Saat berkaca Anda sering menyadari bentuk payudara sudah tidak sebulat atau sekencang dulu. Anda membandingkannya dengan saat sebelum menikah atau berusia muda. Tentu saja akan ada perbedaannya, tapi hal ini jangan sampai membuat Anda tak nyaman saat bercinta. Percayalah, pria Anda tak akan mempermasalahkannya. Si dia tidak akan memerhatikan perbedaan bentuk payudara Anda, apalagi saat melihat bahwa Anda menikmati momen bercinta dengannya. Hal itu membuatnya merasa dinginkan serta menarik.

Jerawat di punggung
Tentu, semua perempuan ingin kulit yang halus tanpa cacat. Kenyataannya, seberapa sering sih, hal tersebut benar-benar terjadi? Hidup perempuan sejak remaja hingga dewasa dipengaruhi hormon, wajar jika kadang jerawat tiba-tiba muncul. Jerawat membandel bisa saja timbul di area tubuh tertentu seperti punggung. Namun hal ini tak perlu membuat Anda enggan melakukan posisi bercinta yang membuat area tersebut terekspos. Pakar seks Darren Michaels yang juga penulis Flipside Erotica, menyarankan untuk tidak mengkhawatirkan hal sepele ini. Tak perlu khawatir jika Anda memiliki jerawat di punggung atau bahkan di bokong Anda. Pikiran si dia akan tersita dengan aktivitas bercinta sehingga tidak akan memerhatikan detail tubuh Anda.

Keringat
Berkeringat membuat Anda merasa tak menarik dan merasa menebarkan aroma yang kurang sedap (walaupun sebenarnya tidak). Justru aroma alami dari tubuh dan keringat Anda dapat menjadi pemicu gairahnya. “Kecuali jika Anda tidak mandi, jangan khawatir dengan aroma keringat Anda,” ujar Kerner.

“Pubic hair”Mungkin Anda belum sempat merapikan rambut di area bawah sana. Pubic hair Anda terlihat lebat, dan Anda khawatir akan membuatnya merasa terganggu. Hm... kata siapa? Bercinta kan momen paling pribadi di antara Anda berdua. Anda tidak perlu membuat segalanya serbarapi dan teratur. Tidak akan ada orang lain yang melihat pubic hair Anda berantakan, bukan?

Vagina sudah tidak kencang
Suami Anda tidak akan membandingkan kekencangan vagina Anda saat ini dengan saat pertama kali berhubungan seks. Namun, demi perasaan nyaman saat bercinta tidak ada salahnya Anda rutin melakukan senam kegel.

Minggu, 13 Januari 2013

Sebelum Nikah, Lakukan Dulu Hal Ini

detail berita


PILIHAN untuk menikah memang sedianya dilakukan sekali dalam seumur hidup. Sebelum melangkah ke jenjang yang lebih jauh, ada baiknya Anda menyelesaikan daftar berikut.

Menikah mungkin tak menjadi impian semua orang. Namun, saat pilihan untuk menikah hadir, hampir semuanya berharap hal itu hanya dilakukan satu kali untuk selamanya. Tanggung jawab yang besar pun siap menanti Anda di depan mata.

Sebelum masuk pada langkah yang begitu serius, tak ada salahnya untuk melakukan beberapa hal yang mungkin akan sulit Anda lakukan lagi. Berikut ini daftarnya, seperti dikutip The Stir.
Melakukan olahraga ekstrem
Cobalah untuk melakukan beberapa kegiatan ekstrem yang mungkin tak akan berani Anda lakukan setelah memiliki anak. Misalnya, skydiving, bungee jumping, dan lain-lain.

Bepergian sendiri
Rencanakan sebuah perjalanan yang seru untuk dilakukan seorang diri. Lewat perjalanan ini, Anda akan dapat belajar banyak hal tentang pribadi Anda.

Membahagiakan diri sendiri
Selama ini Anda terlalu memikirkan masalah keuangan? Tak ada salahnya untuk membahagiakan diri Anda sesekali. Belilah sebuah benda yang sangat mahal, yang tak pernah Anda bayangkan untuk melakukannya.

Habiskan waktu dengan anak-anak
Luangkan satu hari penuh bersama dengan teman Anda yang sudah memiliki anak. Dengan begitu, pemahaman Anda tentang keluarga dan anak-anak akan menjadi lebih terbuka. 



Pengikut